Liputan Stasion Festival 2019

INDIEKRAF.COM – Komunitas Startup Malang, Startup Singo Edan  (STASION) Festival 2019 yang digelar pada 29 November 2019 di Hall Hotel Atria Malang berlangsung dengan sukses dan lancar. STASION Fest yang sudah memasuki tahun ketigannya kali ini, diadakan dalam dua sesi.

Sebelum memasuki sesi konfrensi, Ketua STASION Malang M Ziaelfikar Albaba, yang juga langsung membuka acara berkesempatan untuk meluncurkan dua produk baru. Yang pertama adalah Koperasi Startup Singoedan yang diharapkan bisa menjadi koperasi startup pertama di Indonesia. Dengan tujuan bisa memberikan nilai lebih baik kepada anggota STASION sendiri maupun ekosistem digital di Malang.

Produk kedua yang diluncurkan adalah situs malang.digital, yang merupakan perwujudan satu data digital di Malang. Situs yang merupakan pusat informasi produk digital Kota Malang ini, merupakan hasil kolaborasi berbagai komunitas digital, seperti STASION, GDM, dan FAM.

Sesi Pertama – CollaborAction Conference

Sesi pertama yang merupakan Stasion Confrence digelar mulai pukul 14.30 hingga 17.00 WIB. Dipandu moderator M Miftahul Huda dari Inagata, konfrensi kali ini mengambil tema  “Digital Collaboraction Power”, STASION berharap, agar bisa  kembali menggali dan menegaskan kolaborasi pentahelix yang sudah selama tiga tahun terakhir sudah dibangun dalam ekosistem digital di Kota Malang.

Selain puluhan perusahaan dan pelaku startup di Kota Malang yang merupakan anggota STASION. Hadir sebagai peserta dalam konfrensi ini adalah Pemerintah Kota Malang, yang diwakili Barenlitbang dan Humas Kota, kemudian  akademisi dari 20 kampus dengan afiliasi digital di Kota Malang, perwakilan media, serta juga perwakilan berbagai komunitas, baik digital maupun non digital, seperti Malang Musik Bersatu (MMB).

Dalam paparannya, perwakilan akademisi, yaitu Herman Tolle dari Universitas Brawijaya, menyampaikan, bahwa  akademisi sudah sangat siap untuk menyambut era digital yang tengah digalakkan di Kota Malang.  Berbagai persiapan tersebut antara lain: Fokus pengembangan kurikulum, agar sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri digital yang terus berkembang. Kemudian juga, mendorong agar komunitas – komunitas di kampus semakin aktif untuk berkreasi, serta juga memperbanyak kuliah tamu dari para pelaku industri digital, agar mahasiswa semakin memahami perkembangan di luar.

Sementara perwakilan dari bisnis, Adib Thoriq yang juga pemilik salah satu studio gim asal Malang Algo Studio menyatakan bahwa saat ini perkembangan bisnis gim semakin bagus.Bahkan sudah ada salah satu gim asal developer Kota Malang yang siap diluncurkan dalam versi console secara global dalam waktu dekat.

Hal ini menurut pria yang juga pengurus di Game Developer Malang (GDM) tersebut, menjadi sinyalemen positif, bahwa  karya Arek Malang memang sudah diakui dunia, dan sudah waktunya mulai memikirkan melakukan branding keluar negeri.

Perwakilan Pemkot Malang, yaitu Kepala Barenlitbang Kota Malang Dwi Rahayu, menyambut baik adanya konfrensi dan juga media yang mampu mengkolaborasikan semua stake holder seperti yang dilakukan STASION dalam festival kali ini.

Dwi Rahayu berharap, meskipun rata – rata pelaku bisnis dan industri kreatif digital  Kota Malang punya pemikiran global, namun  mereka tidak melupakan kearifan lokal khas Kota Malang, yang bisa dikembangkan dalam produknya masing –  masing.

Ditambahkan Dwi, tahun 2018-2019 merupakan tahun sinergitas dan kolaborasi di Kota Malang, dengan tujuan pada tahun 2020 mendatang, produk digital Kota Malang sudah bisa dikenal dan diserap pasar global.

Ia pun memastkan, bahwa kolaborasi akan bisa menjadi andalan bagi semua yang ada di sektor industri kreatif, termasuk pemerintah.

Sementara perwakilan media, yaitu Dewi Yuhanna yang dari  Malang Post mengatakan,  semua sektor digital, khususnya perusahaan perlu branding, dan hal ini menjadi masukan yang perlu dibangun untuk pelaku bisnis khususnya industri kreatif di Kota Malang.

Hal tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu solusi mengenalkan produk kepada masyarakat, khususnya di Kota Malang. Karena selama ini, ia menangkap, bahwa produk digital asal industri kreatif di Malang lebih dikenal di luar, daripada di kampung halaman sendiri.

Dari perwakilan komunitas, Muhammad Harits dari Malang Quality Assurance  menyampaikan, komunitasnya punya harapan bisa berkolaborasi dengan seluruh kampus berbasis IT di Malang, dengan mengadakan berbagai pelatihan QA. Dengan harapan mahasiswa sebagai talent, bisa mengetahui QA di sektor industri digital.

Sesi 2 – Business Talk (Business & Product Development)

Selanjutnya, sesi kedua yang berlangsung pada pukul 18.00 WIB merupakan Business Talk. Sesi ini diikuti 150 peserta dari berbagai sektor dan komunitas. Hadir sebagai pemateri adalah Fajar Iman dari Produck Development Gojek Indonesia, Tribe Leader By U Telkomsel  Trio Lumbantoruan, CEO Ezy Industries Muchammad  Iskandar yang juga perwakilan pengusaha Malang, serta terakhir dari BCA Pusat yaitu Baquina M Purboyo sebagai Bussiness Relation BCA.

Talkshow yang dipandu oleh Amar Alphabet dari Profile Images Studio ini berlansung dengan hangat. Masing – masing pembicara menyampaikan bagaimana tantangan dan tips untuk mengembangkan bisnis di era digital saat ini.

Secara umum Ketua STASION Malang M Ziaelfikar Albaba mengatakan bahwa Stasion Fest 2019 berlangsung dengan sukses. Diharapkan bisa langsung memberikan dampak positif kepada ekosistem digital di Kota Malang yang memang terus menunjukkan tren yang baik dalam beberapa tahun ke depan.

“Alhamdullilah Stasion Fest tahun ini berjalan dengan baik. Sejak dari pre event di Stasion Talk 1 sampai 5, selalu mendapatkan atensi dari masyarakat. Tadi konfrensi juga berjalan baik, banyak masukan, gagasan. Serta juga inisiasi dari semua stake holder untuk bisa berkolaborasi dan beraksi, demi kemajuan ekonomi di Kota Malang. Diharapkan industri digital bisa jadi pemantik untuk kemajuan ekonomi masyarakat secara luas di Bumi Arema ini,” beber pria yang akrab disapa Fikar tersebut.